MATSUSHITA
National, sebuah merk yang sudah tak asing lagi di negara
kita. Tapi taukah kalian siapa pendiri perusahaan raksasa tersebut?
Matsushita, yang memiliki nama lengkap Konosuke Matsushita.
Pendiri perusahaan raksasa “National”
Seseorang
yang hanya berpendidikan SD, itupun tidak tamat. Lahir pada tangal 27 november 1894 di desa
kecil Watsamura dekat Wakayama. Anak bungsu dari delapan bersaudara ini
sebenarnya cukup beruntung. Ayahnya petani kaya, sehingga masa kecil Matsushita
cukup menyenangkan. Sayang, gara-gara salah perhitungan dalam spekulasi beras,
ayah nya jatuh bangkrut. Matsushita baru berusia 4 tahun ketika keluarganya
kehilangan rumah dan tanah. Kemalangan itu masih berbuntut, 3 tahun kemnudian,
pada tahun 1901, dua kakak laki-laki dan satu kak perempuannya meninggal.
Karena ia anak laki-laki satu-satunya yang masih hidup, anak kecil berumur 7
tahun ini segera menjadi tumpuan harapan seluruh keluaga. Sementara ayahnya
banting setir menjadi juru tulis di osaka, ia di masukkan di sekolah dasar Ono
di Wakayama.
Namun, pendidikan resmi 2 tahun
cukup untuk hidup Matsushita. Pada tahun ke-dua dia bersekolah inmi, dia
dikeluarkan dari sekolah oleh ayahnya sendiri, dan disuruh magang di toko
tungku arang di Osaka. Setiap pagi dia harus bangun sebelum subuh untuk
mengurus anak-anak majikan dan menggosok barang-barang porselin. Kalau malam
tiba dia menangis karena takut mengompol dan ingin pulang.
Setahun
kemudian ia pinah bekerja di toko sepeda Godai. Pada tahun 1905 sepeda sudah
populer, tapi masih merupakan barang eklusif atau mewah. Hanya anak cukong yang
bisa mempunyai sepeda.
Di toko sepeda ini dia sering
disuruh para pengunjung toko untuk membelikan rokok. Si kecil Matsushita punya
inisiatif: ia membeli 20 bungkus rokok sekaligus. Selain sebagai persediaan,
dengan membeli sekaligus ia mendapat satu bungkus extra. Jadi ia bisa mendapatkan untung beberapa sen untuk
setiap bungkus. Bosnya tidak keberatan, para pengunjung toko lebih senang,
tetapi rekan rekan kerjanya berpendapat ia sudah melanggar batas. Bos Matsushita
terpaksa melarangnya melakukan transaksi dagang lagi. Itu tidak berarti mati
gairahnya untuk berdagang. Buktinya, pada usia 13 tahun, ia berhasil melakukan transaksi yang jauh
lebih besar : menjual sepeda untuk pertama kali. Di zaman itu, transaksi jual
beli sepeda kira kira setara dengan transaksi sebuah mobil di zaman sekarang.
Sesudah 5 tahun bekerja disana, Matsushita mulai menimbang nimbang. Sepeda
semakin banyak dan biasa, angkutan umum tak lama lagi akan dikuasai oleh tren
yang jauh lebih cepat dari sepeda. Jadi sebentar lagi sepeda pasti akan merosot
pamornya.
Maka ia keluar dan pindah ke
perusahaan lampu Osaka Electric Light Company. Waktu itu tahun 1910. usianya 16
tahun dan jabatan nya adalah asistent tukang listrik. Tujuh tahun kemudian ia
menjadi pengawas termuda di perusahaan itu. Tugasnya mengunjungi pelanggan dan
memeriksa pekerjaan anak buahnya. Namun, Matsushita kesal, ia tidak betah
bekerja hanya setengah hari untuk kemudian menghabiskan sisa waktunya untuk
berleha leha.
Kelebihan
energi itu ia salurkan dengan bereksperimen. Buahnya adalah penemuan stop
kontak bercabang dua pada fitting lampu, supaya peralatan listrik
bisa mengambil tenaga dari sumber yang sama dengan lampu. Matsushita yakin
bosnya bakal mau memproduksi penemuannya ini.
Alangkah
kecewa nya ia, karena penemuan itu di tolak mentah mentah oleh bosnya. Matsushita
sampai menangis. Rasa kecewa itu kemudian berubah jadi jengkel. Untuk apa
bekerja pada perusahaan yang tidak dapat membedakan antara fitting
yang lebih bagus dengan yang biasa bisa saja.
Maka pada
bulan juni 1917 ia keluar dari Osaka
electric light company dan mendirikan perusahaan industri listrik Matsushita.
Modal awalnya adalah 100 yen, sebagian pinjaman dari kawan. Waktu itu 100 yen
kira-kira sama dengan AS $ 50 pada tahun 1989. Matsushita yang masih pengantin
baru mengajak istri (Mumeno), dan adik iparnya, Toshio lue membuat fitting.
Toshio Lue batu berusia 15 tahun, tetapi ialah yang nantinya
menjadi pendiri Sanyo Electric Company.
Dasar
rezeki sedang seret. Fitting mereka tidak juga laku, karena kondisi keuangan
meraka, Mumeno sudah mulai menggadaikan kimono. Untunglah ada pesanan lempengan
isolasi untuk kipas angin listrik yang menyelamatkan nyawa perusahaan. Akhirnya
Matsushita Electric appliance factory dapat resmi berdiri pada tanggal 7 maret
1918.
Dimasa itu Matsushita
sudah lama dibuat jengkel oleh lampu sepedanya yang gampang sekali mati
terembus angin. Maklumlah pada masa itu lampu sepeda hanyalah lentera saja.
Kalau malam sedikit berangin. Pastilah Matsushita dan semua pengendara sepeda lain
di jepang harus repot naik turun dari sepeda mereka, untuk menyalakan lampu lentera
sepeda mereka kembali, sampai tiba di tujuan. Ini mendorong Matsushita untuk
menekuni rangkaian eksperimen selanjutnya. Lampu sepeda dengan tenaga listrik.
Selama enam
bulan ia bereksperimen dengan ratusan desain, kalau perlu kerja lembur sampai
larut malam. Sasarannya adalah desain sederhana, ekonomis dan tidak mempunyai
kelemahan. Akhirnya ia menemukam jenis lampu baterai yang tahan menyala 30-50
jam, sepuluh kali lebih lama dari nyala lampu manapun yang beredar dipasaran
saat itu. Harganya bahkan lebih murah dari lampu lentera yang saat itu dipakai
oleh kebanyakan sepeda.
Dengan penuh keyakinan, Matsushita
memproduksi lampu baterai nya besar besaran. Tapi entah kenapa, produk yang
ditawarkan Matsushita tidak laku. Sampai akhirnya 3000-4000 buah lampu
tertumpuk di gudang.
Disaat kritis ini Matsushita memutuskan untuk
melancarkan promosi yang berani. Ia mengirimkan sampel sampel produksi ke
ratusan toko pengecer sepeda di Osaka, dengan pesan agar mereka menyalakan
lampu itu terus menerus dan memerhatikan berapa lama akhirnya lampu itu mati.
Beberapa hari kemudian karyawan Matsushita datang lagi pada mereka untuk
menanyakan hasilnya. Mereka
hanya akan menagih pembayaran jika para pengecer itu puas.
Matsushita tau benar kalau ia
mengambil resiko besar. Kalau gagal , perusahaannya akan mati.
Ternyata para pengecer membuktikan
sendiri bahwa lampu buatannya lebih hebat dari brosurnya.
Langsung seketika, pesanan membanjir. 6 bulan
setelah memulai produksi. Matsushita electric telah membuat 10.000 lampu perbulannya.
Reputasi
perusahaan Matsushita mulai tersebar ke luar negeri.
Akan tetapi, di masa perang dunia 2. Matsushita
electric harus membuat persenjataan dan perlengkapan perang. Akibatnbya, waktu
perang telah selesai, pada tahun 1946 semua aset Matsushita di bekukan sekutu
dan perusahaan nya dilarang berproduksi.
Pada tahun 1950, setelah banyak perjuangan. Matsushita
di perbolehkan lagi aktif di perusahaannya dan membangkitkan kembali
perusahaannya dari puing puing peperangan.
Perusahaan Matsushita sudah merambah
ke seluruh dunia. Pada tahun 1950an modal keseluruhan Matsushita sudah melewati
10 milyar yen (pada waktu itu).
Karena kesuksesanya, banyak wartawan
yang bertanya pada Matsushita “Apa rahasianya sehingga perusahaan anda dapat
berkembang demikian cepat?”
Matsushita
kembali bertanya, “apa yang anda lakukan bila kehujanan?”. “membuka payung”.
“nah,
itulah resep sukses didalam bisnis dan manajemen. Jika turun hujan, buka
payung”
Maksudnya adalah akal sehat dan
logika. Menentukan harga dengan memperhitungkan semua faktor sehingga ada
keuntungan yang tersisa bagi kita.
Sebaliknya
jika produk kita tidak laku, tidak logis jika produk itu kita paksa juga agar
terjual. Meskipun tanpa untung.
Walaupun ia tergolong manusia
sukses, Matsushita tak pernah lupa bahwa pendidikan formalnya sangat kurang. Mungkin
karena itu, pada tahun 1978 ia mendirikan sekolah Matsushita of government and
management. Pada tahun 1981 ia menyumbangkan 1 juta US$
kepada Harvard Business School.
Pada tahun 1986, Universitas maryland, Amerika
Serikat, menganugrahinya gelar Doktor kehormatan.
Prestasi yang
sangat lumayan untuk seseorang yang pendidikan formalnya hanya 2 tahun di SD.
…
Dengan membaca kisah singkat diatas, kesimpulannya adalah : dengan
sedikit perjuangan, kesuksesan akan tercapai jika ada kemauan dan ketidak putus asaan.
…
“mohon di maafkan jika ada ketidak sesuaian di blog kami”
“Semoga
bermanfaat dan semoga semakin maju bangsa kita”
…
kritik&saran
silahkan di kolom komentar, atau ke e-mail kami ( imam17th@gmail.com )
...







