Rabu, 19 Desember 2012

SUKSES TANPA MODAL IJAZAH


MATSUSHITA



National, sebuah merk yang sudah tak asing lagi di negara kita. Tapi taukah kalian siapa pendiri perusahaan raksasa tersebut?
Matsushita, yang memiliki nama lengkap Konosuke Matsushita. Pendiri perusahaan raksasa “National”
            Seseorang yang hanya berpendidikan SD, itupun tidak tamat. Lahir pada tangal 27 november 1894 di desa kecil Watsamura dekat Wakayama. Anak bungsu dari delapan bersaudara ini sebenarnya cukup beruntung. Ayahnya petani kaya, sehingga masa kecil Matsushita cukup menyenangkan. Sayang, gara-gara salah perhitungan dalam spekulasi beras, ayah nya jatuh bangkrut. Matsushita baru berusia 4 tahun ketika keluarganya kehilangan rumah dan tanah. Kemalangan itu masih berbuntut, 3 tahun kemnudian, pada tahun 1901, dua kakak laki-laki dan satu kak perempuannya meninggal. Karena ia anak laki-laki satu-satunya yang masih hidup, anak kecil berumur 7 tahun ini segera menjadi tumpuan harapan seluruh keluaga. Sementara ayahnya banting setir menjadi juru tulis di osaka, ia di masukkan di sekolah dasar Ono di Wakayama.
            Namun, pendidikan resmi 2 tahun cukup untuk hidup Matsushita. Pada tahun ke-dua dia bersekolah inmi, dia dikeluarkan dari sekolah oleh ayahnya sendiri, dan disuruh magang di toko tungku arang di Osaka. Setiap pagi dia harus bangun sebelum subuh untuk mengurus anak-anak majikan dan menggosok barang-barang porselin. Kalau malam tiba dia menangis karena takut mengompol dan ingin pulang.
            Setahun kemudian ia pinah bekerja di toko sepeda Godai. Pada tahun 1905 sepeda sudah populer, tapi masih merupakan barang eklusif atau mewah. Hanya anak cukong yang bisa mempunyai sepeda.
            Di toko sepeda ini dia sering disuruh para pengunjung toko untuk membelikan rokok. Si kecil Matsushita punya inisiatif: ia membeli 20 bungkus rokok sekaligus. Selain sebagai persediaan, dengan membeli sekaligus ia mendapat satu bungkus extra. Jadi ia bisa mendapatkan untung beberapa sen untuk setiap bungkus. Bosnya tidak keberatan, para pengunjung toko lebih senang, tetapi rekan rekan kerjanya berpendapat ia sudah melanggar batas. Bos Matsushita terpaksa melarangnya melakukan transaksi dagang lagi. Itu tidak berarti mati gairahnya untuk berdagang. Buktinya, pada usia 13 tahun, ia berhasil melakukan transaksi yang jauh lebih besar : menjual sepeda untuk pertama kali. Di zaman itu, transaksi jual beli sepeda kira kira setara dengan transaksi sebuah mobil di zaman sekarang. Sesudah 5 tahun bekerja disana, Matsushita mulai menimbang nimbang. Sepeda semakin banyak dan biasa, angkutan umum tak lama lagi akan dikuasai oleh tren yang jauh lebih cepat dari sepeda. Jadi sebentar lagi sepeda pasti akan merosot pamornya.
            Maka ia keluar dan pindah ke perusahaan lampu Osaka Electric Light Company. Waktu itu tahun 1910. usianya 16 tahun dan jabatan nya adalah asistent tukang listrik. Tujuh tahun kemudian ia menjadi pengawas termuda di perusahaan itu. Tugasnya mengunjungi pelanggan dan memeriksa pekerjaan anak buahnya. Namun, Matsushita kesal, ia tidak betah bekerja hanya setengah hari untuk kemudian menghabiskan sisa waktunya untuk berleha leha.
            Kelebihan energi itu ia salurkan dengan bereksperimen. Buahnya adalah penemuan stop kontak bercabang dua pada fitting lampu, supaya peralatan listrik bisa mengambil tenaga dari sumber yang sama dengan lampu. Matsushita yakin bosnya bakal mau memproduksi penemuannya ini.
            Alangkah kecewa nya ia, karena penemuan itu di tolak mentah mentah oleh bosnya. Matsushita sampai menangis. Rasa kecewa itu kemudian berubah jadi jengkel. Untuk apa bekerja pada perusahaan yang tidak dapat membedakan antara fitting yang lebih bagus dengan yang biasa bisa saja.
            Maka pada bulan juni 1917 ia keluar dari Osaka electric light company dan mendirikan perusahaan industri listrik Matsushita. Modal awalnya adalah 100 yen, sebagian pinjaman dari kawan. Waktu itu 100 yen kira-kira sama dengan AS $ 50 pada tahun 1989. Matsushita yang masih pengantin baru mengajak istri (Mumeno), dan adik iparnya, Toshio lue membuat fitting.
Toshio Lue batu berusia 15 tahun, tetapi ialah yang nantinya menjadi pendiri Sanyo Electric Company.
            Dasar rezeki sedang seret. Fitting mereka tidak juga laku, karena kondisi keuangan meraka, Mumeno sudah mulai menggadaikan kimono. Untunglah ada pesanan lempengan isolasi untuk kipas angin listrik yang menyelamatkan nyawa perusahaan. Akhirnya Matsushita Electric appliance factory dapat resmi berdiri pada tanggal 7 maret 1918.
            Dimasa itu Matsushita sudah lama dibuat jengkel oleh lampu sepedanya yang gampang sekali mati terembus angin. Maklumlah pada masa itu lampu sepeda hanyalah lentera saja. Kalau malam sedikit berangin. Pastilah Matsushita dan semua pengendara sepeda lain di jepang harus repot naik turun dari sepeda mereka, untuk menyalakan lampu lentera sepeda mereka kembali, sampai tiba di tujuan. Ini mendorong Matsushita untuk menekuni rangkaian eksperimen selanjutnya. Lampu sepeda dengan tenaga listrik.
            Selama enam bulan ia bereksperimen dengan ratusan desain, kalau perlu kerja lembur sampai larut malam. Sasarannya adalah desain sederhana, ekonomis dan tidak mempunyai kelemahan. Akhirnya ia menemukam jenis lampu baterai yang tahan menyala 30-50 jam, sepuluh kali lebih lama dari nyala lampu manapun yang beredar dipasaran saat itu. Harganya bahkan lebih murah dari lampu lentera yang saat itu dipakai oleh kebanyakan sepeda.
            Dengan penuh keyakinan, Matsushita memproduksi lampu baterai nya besar besaran. Tapi entah kenapa, produk yang ditawarkan Matsushita tidak laku. Sampai akhirnya 3000-4000 buah lampu tertumpuk di gudang.
            Disaat kritis ini Matsushita memutuskan untuk melancarkan promosi yang berani. Ia mengirimkan sampel sampel produksi ke ratusan toko pengecer sepeda di Osaka, dengan pesan agar mereka menyalakan lampu itu terus menerus dan memerhatikan berapa lama akhirnya lampu itu mati. Beberapa hari kemudian karyawan Matsushita datang lagi pada mereka untuk menanyakan hasilnya. Mereka hanya akan menagih pembayaran jika para pengecer itu puas.
            Matsushita tau benar kalau ia mengambil resiko besar. Kalau gagal , perusahaannya akan mati.
            Ternyata para pengecer membuktikan sendiri bahwa lampu buatannya lebih hebat dari brosurnya.
            Langsung seketika, pesanan membanjir. 6 bulan setelah memulai produksi. Matsushita electric telah membuat 10.000 lampu perbulannya.
Reputasi perusahaan Matsushita mulai tersebar ke luar negeri.
            Akan tetapi, di masa perang dunia 2. Matsushita electric harus membuat persenjataan dan perlengkapan perang. Akibatnbya, waktu perang telah selesai, pada tahun 1946 semua aset Matsushita di bekukan sekutu dan perusahaan nya dilarang berproduksi.
            Pada tahun 1950, setelah banyak perjuangan. Matsushita di perbolehkan lagi aktif di perusahaannya dan membangkitkan kembali perusahaannya dari puing puing peperangan.
            Perusahaan Matsushita sudah merambah ke seluruh dunia. Pada tahun 1950an modal keseluruhan Matsushita sudah melewati 10 milyar yen (pada waktu itu).
            Karena kesuksesanya, banyak wartawan yang bertanya pada Matsushita “Apa rahasianya sehingga perusahaan anda dapat berkembang demikian cepat?”
Matsushita kembali bertanya, “apa yang anda lakukan bila kehujanan?”. “membuka payung”.
“nah, itulah resep sukses didalam bisnis dan manajemen. Jika turun hujan, buka payung”
            Maksudnya adalah akal sehat dan logika. Menentukan harga dengan memperhitungkan semua faktor sehingga ada keuntungan yang tersisa bagi kita.
Sebaliknya jika produk kita tidak laku, tidak logis jika produk itu kita paksa juga agar terjual. Meskipun tanpa untung.
            Walaupun ia tergolong manusia sukses, Matsushita tak pernah lupa bahwa pendidikan formalnya sangat kurang. Mungkin karena itu, pada tahun 1978 ia mendirikan sekolah Matsushita of government and management. Pada tahun 1981 ia menyumbangkan 1 juta US$ kepada Harvard Business School.
            Pada tahun 1986, Universitas maryland, Amerika Serikat, menganugrahinya gelar Doktor kehormatan.
Prestasi yang sangat lumayan untuk seseorang yang pendidikan formalnya hanya 2 tahun di SD.

Dengan membaca kisah singkat diatas, kesimpulannya adalah : dengan sedikit perjuangan, kesuksesan akan tercapai jika ada kemauan dan  ketidak putus asaan.

“mohon di maafkan jika ada ketidak sesuaian di blog kami”
“Semoga bermanfaat dan semoga semakin maju bangsa kita”

kritik&saran silahkan di kolom komentar, atau ke e-mail kami ( imam17th@gmail.com )
...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar